Perkembangan ekonomi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berbelanja dan berinteraksi, tetapi juga melahirkan pola kerja baru yang semakin fleksibel. Salah satunya adalah afiliator (affiliate marketer) yang memperoleh komisi berdasarkan aktivitas pengguna terhadap tautan produk yang mereka bagikan di media sosial. Tak sedikit dari afiliator ini menggunakan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan ataupun menggunakan kepala utas yang bombastis untuk menarik perhatian pengguna, yang lebih dikenal dengan umpan klik.
Fenomena tersebut mendorong lima mahasiswa UGM yaitu Dini Rindang Ekarini (Ilmu Ekonomi 2023) berkolaborasi bersama Widyastri Prabaningrum (Ilmu Komunikasi 2024), Nayla Devira Cahyani (Ilmu Komunikasi 2024), Rizki Laidha Putri (Ilmu Hukum 2024), dan Upik Maulia (Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2023) melakukan penelitian yang berjudul “Harga Sebuah Klik: Praktik Umpan Klik dalam Konten Afiliasi di Aplikasi X sebagai Konsekuensi Ekonomi Atensi dalam Ekonomi Gig”. Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A., melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2026.Dini dan rekannya yang tergabung dalam tim PKM-RSH Clickbait tergerak melakukan penelitian ini karena keresahan yang mereka alami saat sedang scrolling media sosial, khususnya X. Mereka menemukan utas yang menarik perhatian, tetapi ketika diakses ternyata utas tersebut diselipkan link affiliate.
“Merasa kesal saat saya ingin membaca dan mengetahui berita malah isinya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan sehingga saya dan tim pun tertarik untuk mengetahui perspektif praktik ini baik dari pelaku umpan klik, maupun dari sisi audiens,” ungkap Dini Jum’at (11/09/2025) di FEB UGM.
Mereka mengkaji bagaimana praktik umpan klik digunakan dalam konten affiliate di platform X, bagaimana audiens merespons konten tersebut, serta bagaimana tata kelola platform dapat berperan dalam mengendalikan praktik affiliate berbasis umpan klik. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar audiens merasa terganggu dengan konten umpan klik affiliate, meskipun respons tersebut lebih banyak muncul dalam bentuk rasa kesal.
Menariknya, audiens juga cenderung tidak tertarik untuk mengklik tautan affiliate ketika konten tersebut menggunakan umpan klik. Sebaliknya, konten affiliate tanpa umpan klik justru lebih mendorong keinginan audiens untuk mengklik tautan yang dibagikan.
Selain melakukan survei dengan kuesioner, penelitian ini juga dilengkapi dengan analisis konten dan wawancara dengan institusi terkait untuk melihat praktik umpan klik affiliate serta aspek tata kelola platform. Dengan menggabungkan perspektif audiens dan tata kelola tersebut, tim berupaya melihat praktik affiliate tidak hanya sebagai strategi pemasaran digital, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika ekonomi gig dan ekonomi atensi.
Dini dan tim berharap kajian mengenai ekonomi gig dan ekonomi atensi ini dapat memberikan perspektif yang lebih kritis terhadap perkembangan pekerjaan digital. Selain itu, penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran pengguna dalam memahami konten affiliate serta mendorong terbentuknya mekanisme tata kelola platform yang lebih mampu melindungi kualitas ruang digital.
Sumber: Tim PKM-RSH Clickbait
Editor: Kurnia Ekaptiningrum




