Bank Indonesia (BI) memberikan bantuan program sosial untuk beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, seperti UGM, UNY, UMY dan UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (14/11) di Balai Senat UGM. Tidak hanya itu, BI juga memberikan bantuan sosial berupa akses air bersih untuk Desa Rejosari, Kulonprogo. Penyerahan bantuan program sosial itu diserahkan langsung oleh Gubernur BI, Agus D. W. Martowardojo, kepada setiap perwakilan kampus. Program sosial yang diberikan berupa BI Corner, yaitu perpustakaan berbasis internet yang bisa dinikmati oleh mahasiswa. Selain itu, BI nantinya juga akan membangun taman BI di lingkungan sosiohumaniora UGM. Taman BI ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas wifi, penyediaan  minuman, hiburan akustik, serta lingkungan yang asri.

Gubernur BI, Agus D. W. Martowardojo, mengatakan BI sebagai lembaga negara yang dipercaya menjaga stabilitas keuangan dan otoritas peredaran uang memiliki tugas untuk mendorong peningkatan ekonomi. Kunjungannya ke Yogyakarta disebabkan potensinya sebagai daerah pariwisata yang banyak mengundang minat turis mancanegara.

"Yogyakarta merupakan daerah yang mengalami percepatan ekonomi sehingga dapat membantu perkembangan perekonomian Indonesia. Orang kalau berkunjung ke Yogyakarta itu antara 1 sampai 7 hari dan kami membuktikannya 3 hari kami berada di sini," papar Agus.

Agenda yang dilakukan jajaran BI selama di Yogyakarta meliputi pengkajian keuangan perekonomian ditinjau dari perspektif daerah, diskusi dengan para pakar UGM, dan penyerahan program sosial. Pengkajian yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI bertujuan untuk melakukan koordinasi  tentang kebijakan-kebijakan yang diterapkan agar tetap konsisten dan berkelanjutan. Mereka bersinergi untuk membangkitkan industri pariwisata di Indonesia.

"BI mengadakan pengkajian terhadap pembangunan bandara internasional yang rencananya dibangun di Lapangan Udara Kulonprogo. BI juga telah melakukan diskusi publik dengan beberapa professor di UGM," imbuh Agus.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang dilakukan BI. Bantuan di bidang pendidikan yang diberikan oleh BI sangat berarti bagi perguruan tinggi di Yogyakarta.

"Kegiatan ini dapat mendorong kreativitas mahasiswa. Ini bentuk kepedulian BI terhadap perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Yogyakarta," tutur Dwikorita.

Dwikorita menambahkan alokasi dana pendidikan dari Riset Dikti tahun 2016 mendatang mengalami penurunan. Hal itu akan berimbas pada anggaran dana penelitian di lingkungan kampus. Meskipun demikian, UGM tidak menyerah untuk terus berusaha memperoleh dana tambahan guna mendukung penelitian-penelitian keberlanjutan. Salah satunya, bersinergi dengan alumni dan mitra. "Meskipun dana ristek dikti tahun 2016 mengalami pengurangan, kami tidak putus asa  untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan program-program akademik," katanya.

Sumber: ugm.ac.id