Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh delegasi mahasiswa MBA FEB UGM pada kompetisi Global Corporate Consulting Project (GCCP) 2026 yang diselenggarakan di Zhejiang University International Business School (ZIBS), Tiongkok pada Jum’at, (17/04/26).
Lima mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Fadhil Abdul Baatsith (JOG-MBA 85), Syalinna Naurah (JOG-IMBA 86), Fatimah Tri Khumairah (JOG-MBA 85), Muhammad Nadhif Daffa Priyansa (JOG-MBA 86), dan Josephine Anggita Damanik (JKT-SEMBA 47) meraih penghargaan Outstanding Consulting Achievement Award. Tidak hanya itu, penghargaan Best Presence Award berhasil diraih oleh Syalinna Naurah.
ZIBS Global Corporate Consulting Project merupakan ajang konsultasi bisnis tingkat internasional yang mempertemukan sekolah-sekolah bisnis dari berbagai negara untuk menyelesaikan tantangan industri nyata yang dihadapi perusahaan global. Dalam kompetisi ini, FEB UGM menjadi satu-satunya sekolah bisnis dari Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan mewakili Indonesia di panggung internasional.
Muhammad Fadhil Abdul Baatsith dan Fatimah Tri Khumairah, sebagai perwakilan delegasi ini, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti perlombaan tersebut. Menurut mereka, perjalanan menuju GCCP 2026 tidaklah singkat. Sebelum berkompetisi, mereka terlebih dahulu mengikuti proses seleksi internal yang diselenggarakan oleh MBA FEB UGM, baik dari kampus Jogja maupun kampus Jakarta. Melalui tahapan tersebut, akhirnya mereka terpilih untuk mewakili FEB UGM pada ajang ini.
Tim FEB UGM memperoleh studi kasus dari perusahaan Hangzhou Pingyi Technology Co., Ltd. yang ingin melakukan ekspansi bisnis ke pasar Asia Tenggara. Menjawab tantangan tersebut, mereka merancang strategi dengan memanfaatkan karakteristik pasar Indonesia melalui pemasaran yang lebih adaptif dengan konsep soft selling. Strategi tersebut dirancang untuk menghasilkan penyesuaian antara nilai yang dibawa perusahaan dan preferensi serta perilaku konsumen Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara.
“Kami melihat bahwa strategi yang diterapkan tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan pasar di negara lain. Karena itu, kami mencoba memahami karakteristik konsumen Indonesia terlebih dahulu agar strategi yang ditawarkan lebih relevan dengan kondisi pasar yang dituju,” jelas Fadhil.
Namun, terdapat pula tantangan yang harus mereka hadapi dalam proses penyelesaian kasus. Salah satunya adalah kendala bahasa saat berinteraksi dengan pihak perusahaan. Selain itu, keterbatasan data yang diberikan perusahaan juga menuntut tim untuk melakukan eksplorasi data dan analisis yang lebih mendalam.
“Karena menggunakan translator, kami sempat takut jika apa yang kita rekomendasikan tidak dapat tersampaikan dengan baik. Lalu, kami juga hanya diberikan data yang sangat terbatas, sehingga kami cenderung lebih banyak menggunakan data eksternal. Namun, dengan cara itu justru perusahaan memperoleh insight dari data yang kita peroleh terkait pasar Indonesia,” papar Fatimah.
Dalam merumuskan rekomendasi, mereka tidak hanya melalui presentasi akhir di depan pihak perusahaan, tetapi juga menghasilkan berbagai output yang berguna sebagai landasan. Output tersebut berupa presentasi PowerPoint, prototipe, big paper, riset kuantitatif dan kualitatif, serta synthesis paper.
Berasal dari latar belakang profesional yang berbeda, mereka menyadari bahwa kerja sama tim merupakan salah satu kunci utama keberhasilan mereka. Kemampuan untuk berkolaborasi, menerima kritik, serta mengesampingkan ego pribadi menjadi pembelajaran penting selama mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Keberhasilan yang diraih ini juga tidak lepas dari dukungan fakultas yang mendampingi proses persiapan delegasi. Dukungan tersebut mereka dapatkan mulai dari mentoring, akomodasi, hingga kebutuhan administrasi seperti visa keberangkatan menuju Tiongkok.
Bagi mereka, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan karena merupakan pengalaman mengikuti kompetisi tingkat internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenali minat dan potensi diri.
Reportase: Najwa Anggi Namira
Editor: Kurnia Ekaptiningrum




