Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menginisiasi program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan dan pemilahan sampah. Program bertajuk Berbagi Ilmu Sinduadi Sleman Asri (BISSA) merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis desa binaan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di bantaran Kali Code, Desa Sinduadi, Kabupaten Sleman.
Ketua pelaksana program BISSA, Qisha Quarina, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini lahir dari kekhawatiran atas kondisi pengelolaan sampah yang cukup memprihatinkan di D.I. Yogyakarta, khususnya di kawasan bantaran Kali Code, Padukuhan Sendowo, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Lokasinya yang cukup terpencil membuatnya sulit dijangkau oleh petugas kebersihan. Hal ini membuat masyarakat kerap membuang atau membakar sampah di sekitar kali, yang mengakibatkan masalah lingkungan, terutama banjir dan pencemaran air saat musim hujan.
Program BISSA telah dimulai pada April hingga Oktober 2024 dengan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, FGD, pelatihan pengelolaan dan pemilahan sampah, hingga studi banding ke Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul, yang telah menerapkan praktik baik dalam pengelolaan sampah.
Ia berharap ke depan program BISSA bisa berkembang tidak hanya di Sendowo, tetapi juga di wilayah lain di Sleman. Dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah demi keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak mudah mengimplementasikan program ini secara luas. “Mengubah perilaku masyarakat agar sadar dan mampu mengelola sampah dengan baik cukup sulit. Ini menjadi tantangan sekaligus semangat tersendiri bagi kami agar nantinya dapat diperluas ke tingkat Kabupaten Sleman,” ujar Qisha.
Salah satu warga binaan program BISSA, Dewi Ratna, S.Pd., mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang belum menyadari dampak negatif dari membuang dan membakar sampah secara sembarangan. Selama ini belum banyak warga yang mengetahui cara memilah sampah daur ulang dan non-daur ulang dengan benar, sehingga langsung membuang sampah di bantaran kali atau membakarnya. Dengan adanya program BISSA, ia berharap kesadaran warga akan pengelolaan sampah dapat meningkat dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)



