Bagi tim Economotion, menari bukan sekadar soal gerakan, tetapi tentang kebersamaan, kekompakan, serta komitmen. Economotion menjadi ruang bertumbuh dan mengekspresikan diri khususnya dalam bidang seni modern dance bagi mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Meski tergolong baru, Economotion menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Tim ini dibentuk pada tahun 2024, bertepatan dengan keikutsertaan perdana FEB UGM dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (Porsenigama). Pada debutnya, Economotion langsung menembus jajaran lima besar, sebuah capaian yang menjadi motivasi awal bagi seluruh anggota tim.
Tak hanya aktif dalam kompetisi, Economotion juga kerap tampil dalam berbagai acara. Salah satunya adalah pada kegiatan Family Fun Day FEB UGM yang diselenggarakan September 2025, di mana tim ini turut memeriahkan acara melalui penampilan modern dance yang energik.
Konsistensi dan kerja keras Economotion kembali membuahkan hasil pada Porsenigama 2025. Dalam kompetisi yang digelar pada Minggu, 9 November 2025, di GOR Pancasila UGM, tim Economotion berhasil meraih Juara 3 Kategori Tari Modern. Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi, latihan intensif, serta kebersamaan mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh anggota tim Economotion. Mereka adalah Alun Kayana Sebayang (Manajemen 2024), Revalya Dwi Kartika (Akuntansi 2024), Areta Taqi Sahasika (Akuntansi 2024), Cantika Aliyah Salsabila (Manajemen 2025), Siti Zahra Alea Nafeesha (Manajemen 2025), Nadhifah Arrania Yumna (Akuntansi 2025), Faiza Alifa Algerie (Manajemen 2025), Nabilla Mawangi Kirana Ramadhani (Akuntansi 2025), Fathma Muthi’ah (Ilmu Ekonomi 2025), dan Maisha Aurora Donovan (Manajemen 2025).
Dengan komposisi tim yang berasal dari berbagai program studi, Economotion mampu membangun koordinasi yang baik di tengah kesibukan akademik sehingga koreografi dapat tersaji secara rapi. Proses pencapaian prestasi ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan waktu latihan. Pasalnya, pelaksanaan Porsenigama tahun ini beriringan dengan jadwal Ujian Tengah Semester (UTS) sehingga intensitas latihan harus disesuaikan dengan agenda akademik para anggota tim.
“Tantangan terbesar tim adalah pembagian waktu karena Porsenigama bertepatan dengan UTS. Total persiapan sekitar satu bulan, tetapi dalam dua minggu pertama bulan Oktober latihan kami masih terbatas. Baru dua minggu terakhir kami bisa latihan lebih intens untuk mengejar koreografi dengan durasi yang cukup panjang,” ungkap Alun Kayana Sebayang, salah satu anggota Economotion.
Perolehan medali perunggu ini menjadi momen yang berkesan bagi Tim Economotion sekaligus kontribusi nyata terhadap prestasi FEB UGM dalam ajang Porsenigama. Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih bersamaan dengan capaian cabang olahraga lain yang turut menyumbangkan medali bagi fakultas.
“Bisa memberikan medali untuk FEB setelah tahun lalu hanya masuk lima besar menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim. Rasanya seluruh usaha dan komitmen yang diberikan selama persiapan terbayarkan,” tuturnya.
Lebih dari sekadar capaian kompetisi, prestasi Tim Economotion FEB UGM ini mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang seni. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa FEB UGM untuk terus berprestasi dan berkontribusi mengharumkan nama fakultas di berbagai ajang kompetisi.
Reporter: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum



