Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kembali menyelenggarakan kegiatan guest lecture sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan global mahasiswa. FEB UGM menghadirkan Dr. Anjali Chettri, Research Officer, University of Sydney yang menyampaikan paparan bertajuk Organizational Behavior: Performance Management System in Practice pada Rabu (1/4/2026). Agenda tersebut turut melanjutkan rangkaian guest lecture yang sebelumnya juga menghadirkan Prem Chettri, Professor of Logistics and Supply Chain Management, RMIT University in Australia, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi diskusi kelompok. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan isu-isu terkait praktik manajemen kinerja di organisasi.
Dalam pemaparannya, Anjali Chettri menyoroti adanya kesenjangan antara praktik manajemen kinerja yang umum digunakan dan efektivitasnya di lapangan. Ia menjelaskan bahwa banyak organisasi tidak sepenuhnya mengadopsi satu pendekatan tertentu, melainkan mengombinasikan berbagai metode yang ada. Fenomena ini dikenal sebagai reality gap, yaitu kondisi ketika praktik yang paling sering digunakan belum tentu yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun pendekatan ongoing feedback dinilai lebih efektif dalam mendorong peningkatan kinerja, banyak organisasi masih mempertahankan metode tradisional seperti penilaian tahunan (annual rating) karena dianggap lebih praktis dan mudah diterapkan. Selain itu, ia juga menguraikan evolusi praktik manajemen kinerja yang terbagi ke dalam tiga fase, yaitu pendekatan tradisional yang bersifat top-down, fase transisional dengan penerapan 360-degree feedback, serta pendekatan modern yang menekankan continuous feedback dan coaching.
Anjali juga membahas dampak pandemi COVID-19 terhadap perubahan praktik manajemen kinerja di organisasi. Peralihan ke sistem kerja jarak jauh (remote work) mendorong peningkatan penggunaan teknologi dalam proses monitoring dan evaluasi kinerja. Kondisi ini memunculkan fenomena tracking paradox, di mana peningkatan penggunaan teknologi tidak hanya memperkuat proses coaching, tetapi juga memperluas praktik pengawasan secara digital. Di sisi lain, berkurangnya interaksi tatap muka turut memunculkan tantangan dalam membangun kepercayaan (trust gap) antara manajer dan karyawan.
Diskusi antara mahasiswa dan dosen berjalan secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa yang terlibat dalam tanya jawab serta penyampaian pandangan kritis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep manajemen kinerja secara teoretis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik nyata di dunia kerja.
Reportase: Dwi Zhafirah Meiliani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
