Di tengah geliat inovasi bisnis yang semakin modern, enam mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM ini berupaya mengangkat kekayaan kuliner tradisional Nusantara. Mereka membawa ide kreatif yang tidak biasa, yaitu mengembangkan inovasi es krim jenang.
Keenam mahasiswa yang tergabung dalam tim Loca-Loca berupaya membawa jenang klasik menjadi sajian modern yang siap dikenalkan kepada generasi muda dengan cara yang baru dan menyegarkan. Tim ini beranggotakan mahasiswa Program Sarjana Studi Manajemen angkatan 2022, yaitu Syifa Nikita Amanda Siregar, Zalfa Safina Sutanto, Nadia Azzahra Ayuningtyas Prawirohardjo, Vittorio Valero Salim, Ahmad Zida Niam, dan Adrien Aisyah Adzana.
Inovasi tersebut berhasil mengantarkan mereka meraih juara 2 dalam program pra-inkubasi bisnis YES! X CSDU yang berlangsung pada 10 November 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Atas prestasinya tersebut, mereka berhak mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan bisnis sebesar Rp10.000.000,-
Syifa mengatakan jenang yang merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras putih dan ketan yang biasanya disajikan hangat ini kini dikombinasikan dengan es krim. Ide pengembangan es krim jenang ini bermula dari keinginan mereka untuk memperkenalkan jenang kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak muda.
“Kami mengombinasikan jenang dan es krim supaya image-nya tidak lagi hanya sebagai makanan hangat, tetapi sebagai makanan dingin yang lebih modern. Karena anak-anak suka es krim, es krim jenang ini dapat menjadi cara kami untuk memperkenalkan kembali makanan tradisional kepada anak-anak muda saat ini,” ujarnya.
Perjalanan tim Loca-Loca dalam mengembangkan es krim jenang tidak semudah membalikan telapak tangan. Syifa menyebutkan bahwa mereka harus melalui proses panjang untuk menemukan formulasi resep yang tepat untuk jenang es krim ini.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua jenis jenang cocok dikombinasikan dengan es krim. Persoalan lain adalah jenang dari toko yang berbeda akan memiliki rasa yang berbeda. Oleh karena itu, mereka mengalami banyak trial and error saat mengembangkan resep jenang ini.
“Dari trial and error ini kami belajar banyak hal, salah satunya bahwa es krim jenang perlu disimpan lebih lama di freezer dibandingkan es krim biasa karena adanya campuran jenang,” jelasnya.
Syifa berharap, inovasi es krim jenang yang mereka usung dapat membantu melestarikan jenang. Selain itu, ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan kembali makanan tradisional ini kepada generasi muda dengan tampilan dan cita rasa yang lebih modern.
“Semoga ke depannya es krim jenang kami bisa diterima oleh semua kalangan,” tutupnya.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)





