Dukungan keluarga dan orang terdekat merupakan salah satu faktor penting dalam menjalani kehidupan perkuliahan.
Bagi Grace Zefanya Octovella Situmorang (21), kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang untuk bertumbuh, mencoba, dan berjejaring.
Rohinun (21) tidak pernah menyangka jika dirinya yang berasal dari sebuah desa kecil di Lombok Tengah, nun jauh pusat kota berhasil meraih mimpinya menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Berhasil menyelesaikan studi S2 dalam waktu singkat di usia yang masih muda merupakan pencapaian yang membanggakan.
Masih ingat dengan Apia Dewi Agustin? Namanya sempat mencuri perhatian publik beberapa waktu lalu karena kisah inspiratifnya.
Meraih IPK nyaris sempurna, yaitu 3,85, dengan deretan pengalaman organisasi dan magang di berbagai industri bukanlah pencapaian instan bagi Milzam Shidqi Ismanta (22).
Terus semangat dan pantang menyerah menjadi kunci sukses Vania Belinda.
Meraih gelar master dari UGM sekaligus menyandang predikat cum laude menjadi impian bagi sebagian besar orang.
Ada kisah inspiratif dalam wisuda pascasarjana UGM periode III tahun ajaran 2024/2025 kali ini. Di antara ribuan lulusan tersebut terdapat beberapa mahasiswa yang berhasil lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna.
Berbekal semangat yang tak pernah padam, Cahya Danu Rahman (33) membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah halangan untuk meraih prestasi.
Bisakah kami membantu Anda?