Tim VPN yang beranggotakan mahasiswa Program Sarjana Studi Akuntansi angkatan 2023, yaitu Vina Ashima Fibranawa dan Nayla Phui Amazon, berhasil meraih juara 2 Sharia Essay Competition dalam ajang The 14th Sharia Economic Activity (SEHATI) yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universitas Diponegoro pada 10-12 September 2024.
Prestasi membanggakan tersebut diraih tim VPN setelah berkompetisi dengan puluhan tim tangguh lainnya. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 10-15 tim dari universitas di seluruh Indonesia.
Sebelum dinobatkan sebagai juara, tim VPN harus melalui dua babak kompetisi yang cukup ketat. Pada babak preliminary yang dilaksanakan secara daring pada bulan Agustus, para peserta diminta menulis esai. Selanjutnya, enam tim terbaik berhak maju ke babak final yang berlangsung secara luring pada tanggal 10-11 September 2024. Tim FEB UGM terpilih untuk memasuki babak final bersama 5 tim lainnya dari Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, dan UIN Salatiga.
“Dalam babak final, setiap tim diminta untuk mempresentasikan esai yang telah dipresentasikan pada babak penyisihan. Setelah itu, ada juga babak studi kasus, di mana panitia memberikan kasus secara langsung kepada para peserta lomba, yang hasilnya harus dipresentasikan kepada dewan juri,” papar Vina saat dihubungi Senin (23/9).
Vina menjelaskan saat final timnya mendapatkan kasus mengenai ekonomi hijau dengan subtema industri halal dimana adanya penerbitan sukuk untuk industri halal khususnya di bidang UMKM yang dikembangkan oleh Securities crowdfunding (SCF) syariah. Melalui kasus tersebut, tim diberikan pertanyaan mengenai konsep sukuk, aspek-aspek sukuk, bagaimana jika UMKM lebih condong pada pembiayaan melalui saham syariah, serta keunggulan pembiayaan SCF dibandingkan dengan koperasi atau BMT.
Vina mengaku perjalanan tim VPN meraih kemenangan tidak semudah membalik telapak tangan. Saat final, ia dan tim mengalami kesulitan terutama ketika dihadapkan pada studi kasus terkait ekonomi syariah.
“Latar belakang kita sehari-hari tidak mempelajari ekonomi syariah, melainkan ekonomi konvensional, sedangkan kasus yang kami dapatkan adalah mengenai saham syariah dan sukuk. Tentu, kondisi itu sangat menantang karena kita harus menggali ekonomi syariah dan membuat PowerPoint hanya dalam satu jam,” ujar Vina.
Sementara itu, kebanyakan tim berasal dari latar belakang studi ekonomi syariah. Hal tersebut memberikan tantangan yang lebih besar bagi tim VPN.
Meski menghadapi kesulitan dan tantangan, tim VPN akhirnya mampu membuktikan bahwa mereka layak menjadi juara. Mereka berharap kemenangan yang berhasil mereka raih dapat menginspirasi mahasiswa FEB UGM untuk berprestasi dan menumbuhkan ketertarikan untuk mendalami studi ekonomi syariah.
Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)



