• Tentang UGM
  • SIMASTER
  • SINTESIS
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
  •  Tentang Kami
    • Sekilas Pandang
    • Sejarah Pendirian
    • Misi dan Visi
    • Nilai-Nilai
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Senat
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Unit
    • Dewan Penasihat Fakultas
    • Laporan Tahunan
    • Fasilitas Kampus
    • Identitas Visual
    • Ruang Berita
    • Dies Natalis ke-70
  • Program Akademik
    • Program Sarjana
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • Program Profesi
    • Program Akademik Singkat
    • Program Profesional & Sertifikasi
    • Program Sarjana Internasional (IUP)
    • International Doctorate in Business (IDB)
    • Kalender Akademik
    • Ruang dan Kegiatan
  • Fakultas & Riset
    • Keanggotaan Fakultas
    • Akreditasi Fakultas
    • Jaringan Internasional
    • Dosen
    • Profesor Tamu dan Rekan Peneliti
    • Staf Profesional
    • Publikasi
    • Jurnal Yang Diterbitkan
    • Kertas Kerja
    • Bidang Kajian
    • Unit Pendukung
    • Kemitraan Konferensi Internasional
    • Call for Papers
    • Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Perpustakaan
  • Pendaftaran
  • Home
  • Berita

Menelisik Peluang dan Tantangan Ekonomi Hijau di Indonesia

  • Berita
  • 13 Mei 2024, 08.36
  • Oleh : Admin
ECAN 2024

Kolaborasi multipihak sangat diperlukan untuk menjawab tantangan dan memaksimalkan peluang dalam upaya transformasi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy). Hal tersebut mengemuka dalam Green Economy Talkshow yang menjadi salah satu rangkaian acara Economics Care Environment (ECAN) 2024 yang berlangsung pada Sabtu (10/5) di Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Talkshow bertajuk “Growing Resilient Economies through Environmental Narratives” ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UGM bekerja sama dengan Greenpeace Indonesia. Dalam talkshow ini menghadirkan empat narasumber utama yaitu Faisal H. Basri, S.E., M.A., ekonom senior Indonesia sekaligus dosen FEB UI, Tiza Mafira, S.H., LL.M., Direktur Climate Policy Initiative Indonesia, Tata Mutasya, S.E., M.A., Senior Campaign Strategist Greenpeace International, serta Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D., peneliti dan dosen FEB UGM.

Faisal H. Basri, S.E., M.A., dalam kesempatan itu menyoroti berbagai risiko geopolitik tahun 2024 seperti ketegangan Rusia-NATO, serangan siber, persaingan strategis AS-Cina, dan risiko iklim yang kian meningkat. Dia menekankan bahwa ekonomi hijau, menurut UNEP, harus rendah karbon, efisien dalam sumber daya, dan inklusif secara sosial. “Ini berarti investasi publik dan swasta harus diarahkan pada aktivitas ekonomi yang mengurangi emisi karbon dan polusi, meningkatkan efisiensi energi dan sumber daya, serta mencegah hilangnya keanekaragaman hayati,” tuturnya.

Tak hanya itu, Faisal juga menekankan pentingnya mengadopsi pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Ia juga menegaskan pentingnya reformasi kebijakan yang memastikan keadilan antar generasi. “Perlu ada perubahan dalam kebijakan fiskal dan pengelolaan lingkungan untuk mencegah eksploitasi berlebihan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan adil bagi semua pihak,” ucapnya.

Sementara terkait penyusunan kebijakan publik, termasuk ekonomi hijau, Tiza Mafira, S.H., LL.M., menyampaikan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan. Proses pembuatan kebijakan yang melibatkan masyarakat memastikan representasi yang lebih luas, relevansi, efektivitas, dan keberlanjutan kebijakan, dengan pendekatan holistik yang menjaga pertumbuhan ekonomi serta kelestarian lingkungan.

Perubahan paradigma ekonomi turut disampaikan oleh Tata Mutasya, S.E., M.A. Ia menyebutkan perlunya mengubah paradigma ekonomi lama yang menganggap kerusakan lingkungan sebagai biaya normal pembangunan ekonomi. Menurutnya, perekonomian tidak boleh menggunakan sumber daya yang melebihi kapasitas regeneratif alam mengalami (overshoot) dan gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat (shortfall). “Design to regenerate dan create to distribute harus menjadi inti dari pembangunan ekonomi untuk memastikan sistem yang memperbaiki lingkungan dan mendistribusikan nilai secara adil,” tegasnya.

Untuk mendorong ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan (well-being economy), Tata mengusulkan beberapa langkah kunci. Pertama, mengubah paradigma dari value extraction ke value creation, yaitu pembangunan ekonomi tidak merusak lingkungan dan memberikan kesempatan bagi alam untuk pulih. Kedua, reformasi fiskal termasuk pajak tinggi bagi kelompok terkaya (crazy rich) dan para pencemar lingkungan serta pengeluaran APBN, APBD, dan BUMN untuk barang-barang umum dan transisi hijau. Ketiga, sektor swasta harus beralih ke bisnis hijau, membangun energi bersih dan terbarukan, serta menetapkan target pengurangan emisi nol di 2050. Terakhir, inovasi dan teknologi perlu dikembangkan di level kota, daerah, dan sektor swasta untuk mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D., pada talkshow tersebut banyak menyoroti soal ekonomi polusi dan dampak perubahan iklim. Ia mengatakan bahwa produksi ekonomi menyebabkan kerusakan lingkungan yang merugikan sumber daya dan kesejahteraan lebih daripada nilai barang yang dihasilkan. Polusi menciptakan biaya sosial yang lebih tinggi dari biaya privat sehingga jumlah optimal produksi harus lebih kecil dari jumlah keseimbangan pasar. Kondisi tersebut memunculkan risiko perubahan iklim, baik risiko fisik seperti pemanasan global yang menyebabkan perubahan bertahap dan bencana alam ekstrim maupun risiko transisi terkait pergeseran menuju ekonomi hijau.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Sekar menekankan perlunya kebijakan mitigasi dan adaptasi iklim yang terkoordinasi. Indonesia telah mengadopsi agenda nasional untuk mengatasi perubahan iklim melalui diversifikasi dan konservasi energi. Model keseimbangan umum stokastik dinamis (DSGE) lingkungan menunjukkan bahwa kebijakan moneter dan fiskal dapat mengurangi emisi dan stok karbon di atmosfer meskipun juga dapat menurunkan produksi hijau.

“Meskipun negara-negara dunia, termasuk Indonesia telah berjanji untuk mengurangi emisi karbon pada tahun 2030, penerapan kebijakan seperti pajak karbon dan cukai plastik tidaklah mudah. Oleh sebab itu, diperlukan insentif finansial yang lebih besar melalui sektor perbankan atau langsung dari pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan inovasi hijau, terutama ketika pendekatan ekonomi tradisional gagal,” paparnya.

Reportase: Adella Wahyu Pradita 

Sustainable Development Goals

SDG 3 SDG 4 SDG 7 SDG 8 SDG 9 SDG 13 SDG 14 SDG 15 SDG 17

Views: 3,103
Tags: SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat Dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 7: Energi Bersih Dan Terjangkau SDG 8: Pekerjaan Layak Dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi Dan Infrastruktur

Related Posts

FEB Perkuat Dampak Bagi Masyarakat Melalui RDSI

FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda

Berita Jumat, 29 Agustus 2025

Upaya percepatan transformasi digital di tingkat pemerintah daerah kabupaten/kota masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Meski regulasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah berlaku sejak 2018, implementasinya belum optimal akibat kesenjangan infrastruktur TIK, ketidaksinkronan kebijakan pusat dan daerah, minimnya pemanfaatan big data, dan literasi digital masyarakat yang belum merata.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) kembali menggelar Seminar Nasional dan Penyerahan Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) untuk Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2025.

Gadjah Mada Business Case Club

FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia

Berita Jumat, 29 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melalui Career and Student Development Unit (CSDU) resmi meluncurkan Gadjah Mada Business Case Club (GMBCC).

Pelepasan Wiudawan Program Sarjana

FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025

Wisuda Jumat, 29 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) resmi melepas 207 wisudawan Program Sarjana (S1) Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (27/8) bertempat di Plaza FEB UGM.

Mahfud Sholihin

FEB UGM Luncurkan Buku Akuntansi Manajemen 

Berita Kamis, 28 Agustus 2025

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggelar acara peluncuran buku berjudul Akuntansi Manajemen: Teori dan Riset yang ditulis oleh Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust).

Berita Terkini

  • FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dies Jelang Dies Natalis ke-70
    28 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan Buku Akuntansi Manajemen 
    28 Agustus, 2025

Artikel Terkait

  • FEB UGM Kembali Gelar Seminar Nasional dan Pemeringkatan Kinerja Transformasi Digital Pemda
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan GMBCC, Case Club Mahasiswa Pertama di Indonesia
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Lepas 207 Wisudawan Program Sarjana Periode IV 2024/2025
    29 Agustus, 2025
  • FEB UGM Luncurkan Buku Akuntansi Manajemen 
    28 Agustus, 2025
  • Cerita Siswa Teluk Bintuni Belajar Akuntansi di FEB UGM
    28 Agustus, 2025
Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada
Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Jln. Sosio Humaniora No.1, Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281

Peta & Arah
Informasi Kontak Selengkapnya

Direktori Fakultas

  • Informasi Publik
  • Manajemen Ruang
  • Manajemen Aset
  • Manajemen Makam

Mahasiswa

  • Komunitas Mahasiswa
  • Layanan Mahasiswa
  • Asrama Mahasiswa
  • Pengembangan Karir
  • Paparan Internasional
  • Beasiswa
  • Magang

Alumni

  • Komunitas Alumni
  • Layanan Alumni
  • Pelacakan Studi
  • Pekerjaan & Magang
  • Beasiswa

Social Media

© 2025 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

Kebijakan PrivasiPeta Situs

💬 Butuh bantuan?
1
FEB UGM Official WhatsApp
Halo 👋
Bisakah kami membantu Anda?
Buka percakapan
[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju