Kuliah di luar negeri adalah impian banyak mahasiswa Indonesia. Di era globalisasi saat ini, untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri, mahasiswa tidak perlu mendaftar pada program perkuliahan penuh. Sekarang, terdapat banyak program pertukaran mahasiswa yang ditawarkan di berbagai jenjang dan semester, salah satunya adalah Indonesian International Student Mobility Award (IISMA).
IISMA merupakan beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek RI) sejak 2021. Program ini ditujukan bagi seluruh mahasiswa jenjang sarjana dan sarjana terapan di semester 4 hingga 6, yang ingin menempuh satu semester perkuliahan di luar negeri. Tercatat hingga Desember 2023, terdapat 1.980 awardee dan 4.52 alumni IISMA dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program IISMA ini berhasil menggandeng 75 universitas tuan rumah untuk jenjang sarjana dan 51 universitas tuan rumah untuk jenjang sarjana terapan di 28 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika.
Sebagai salah satu beasiswa pertukaran yang sangat bergengsi, seleksi IISMA sangat kompetitif dan ketat. Lalu, bagaimana tips dan trik agar lolos IISMA? Berikut cerita dua mahasiswa FEB UGM yang berhasil lolos IISMA 2023. Mereka adalah Virginia Monica, mahasiswa Prodi Manajemen 2021 yang menjadi Awardee IISMA di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, 2023, dan Almaurfa Kara Khania, mahasiswa Prodi Akuntansi 2020 yang menjadi Awardee IISMA Co-Funding di Hanyang University, Korea Selatan, 2023.
Dalam bincang-bincang Kampus Merdeka yang ditayangkan di kanal YouTube – Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM belum lama ini, Virginia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu menyiapkan diri secara matang saat ingin mendaftar beasiswa IISMA. Sebab ada banyak tantangan pada setiap tahapan seleksi.
Misalnya, saat seleksi awal, seleksi dokumen mensyaratkan pengiriman berbagai dokumen. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar karena banyaknya dokumen yang harus dipersiapkan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengetahui persyaratan dokumen dan tenggat waktu pengumpulan sejak awal.
“Fakultas sendiri sangat membantu di tahap ini, asalkan kita tidak terlambat mengumpulkan,” tutur Virginia.
Virginia menyebutkan bahwa salah satu dokumen penting yang harus dipersiapkan adalah sertifikat kemampuan bahasa Inggris, yaitu TOEFL, IELTS, atau Duolingo, tergantung pada persyaratan yang diminta oleh universitas tuan rumah. Sebagai contoh, persyaratan untuk studi di negara-negara berbahasa Inggris biasanya lebih tinggi. Oleh karena itu, penting sekali untuk memeriksa persyaratan sertifikat bahasa Inggris yang diminta oleh universitas tuan rumah sebelum mendaftar. Informasi selengkapnya dapat dilihat di website resmi IISMA Eligibility & Required Documents – IISMA (kemdikbud.go.id).
Alma menambahkan bahwa mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri dengan baik pada tahap wawancara. Menurutnya, tahap ini cukup menantang karena pendaftar wajib menggunakan bahasa Inggris. Oleh sebab itu, ia menyarankan mahasiswa untuk berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara agar lebih siap dan terbiasa.
“Ada beberapa jenis pertanyaan yang mungkin muncul dalam wawancara, seperti alasan mendaftar IISMA hingga esai yang diajukan. Misalnya, kamu di esai bilang mau buat startup lingkungan, nah nanti kamu akan ditanya lebih lanjut mengenai ide startup lingkungan ini,” timpal Virginia.
Tidak hanya tips tentang bagaimana mempersiapkan dokumen dan wawancara, keduanya juga memberikan tips tentang cara memilih universitas tuan rumah di negara tujuan. Virginia sendiri memilih universitas tuan rumah berdasarkan iklim, lingkungan yang ramah bagi warga asing, serta peringkat universitas.
“Aku gak kuat dingin, jadi pilih NTU di Singapura yang lingkungannya foreigner-friendly dan rankingnya bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Alma memilih universitas berdasarkan peringkat dan mata kuliah yang ditawarkan. “Aku tertarik di marketing, jadi ambil di Hanyang yang punya mata kuliah marketing,” tuturnya.
Tak lupa, keduanya membagikan tips untuk meraih beasiswa IISMA. Alma membagikan tipsnya untuk lolos beasiswa IISMA. Pertama, mencari sebanyak mungkin informasi tentang IISMA, baik dari media sosial maupun media akademik. Kedua, melakukan konsultasi dengan dosen akademik FEB apabila masih mengalami kesulitan. Ketiga, jangan pernah lupa meminta restu dan doa dari orang tua.
“Selain itu, kalau kalian memilih host university di negara asing yang tidak berbahasa Inggris, sebisa mungkin pelajari bahasanya karena mempelajari sedikit bahasa negara itu saja akan sangat membantu kehidupan kalian di sana,” tambahnya.
Di akhir perbincangan, Virginia menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa yang sedang berjuang untuk mendaftar ke IISMA. Ia menekankan pentingnya terus berjuang dan menjaga semangat untuk mewujudkan impian.
“Setiap orang punya takdirnya masing-masing. Yang terpenting, jangan biarkan ketakutan menghalangi kalian untuk mencoba dan meraih takdir itu,” tutupnya.
Reportase: Najwah Ariella Puteri
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Lihat video selengkapnya: https://youtu.be/KPBj6fBmX2k
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

