Pengelolaan aset yang akuntabel menjadi salah satu fondasi penting dalam tata kelola perguruan tinggi. Di tengah tuntutan transparansi dan efisiensi, proses penilaian barang milik universitas memegang peran strategis dalam memastikan setiap aset memiliki kejelasan status, nilai ekonomis, dan rencana pemanfaatan.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Tata Cara Penilaian Barang Milik Universitas pada Selasa (3/2/2025). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis terkait penilaian aset.
Kepala Kantor Administrasi FEB UGM, Nur Bakti Susilo, S.E., Ak., CA., ASEAN CPA. menekankan bahwa pengelolaan aset tidak hanya soal pencatatan administratif, tetapi juga menyangkut pertimbangan nilai ekonomis dan rencana pemanfaatan jangka panjang. Aset yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis dan tidak direncanakan untuk diperbaiki perlu segera ditetapkan statusnya agar tidak menimbulkan inefisiensi.
Kegiatan bimbingan teknis ini menghadirkan beberapa sesi materi yang disampaikan oleh para narasumber sesuai bidang keahliannya. Pada sesi Konsep Dasar Penilaian untuk Penghapusan, Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc. menjelaskan konsep dasar penilaian aset dalam rangka penghapusan serta peran penilai dalam proses tersebut. Penilaian menjadi fondasi objektif dalam menentukan kelayakan aset untuk dipertahankan atau dihapuskan.
Penilaian aset bergerak seperti perabot dan peralatan turut dibahas oleh Rio Jaka Tama, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.), yang memaparkan pentingnya penentuan nilai pasar sebelum proses penghapusan dilakukan. Sementara itu, Dr. Sudarto, M.Si., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) menegaskan bahwa penilaian bangunan harus dilakukan secara objektif dan mengacu pada Standar Penilaian yang berlaku agar proses penghapusan dapat dipertanggungjawabkan
Selanjutnya, pada sesi Penilaian Perabotan dan Peralatan Lain dalam Rangka Penghapusan, Rio Jaka Tama, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) memaparkan penilaian aset bergerak seperti perabot dan peralatan untuk menentukan nilai pasar sebelum penghapusan. Penilaian ini membantu proses pengambilan keputusan penghapusan secara objektif dan akuntabel.
Pada sesi Penilaian Bangunan dalam Rangka Penghapusan, Dr. Sudarto, M.Si., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) menegaskan bahwa penilaian merupakan instrumen penting dalam proses penghapusan aset. Proses penilaian harus dilakukan secara objektif, akuntabel, serta mengacu pada Standar Penilaian yang berlaku.
Berikutnya, pada sesi Manajemen Aset Pengantar, Fatima Putri Prativi, S.T., M.Ec.Dev., menjelaskan pengantar manajemen aset universitas serta posisi strategis penghapusan aset dalam siklus hidup aset. Penghapusan aset menjadi bagian penting dalam menjaga nilai aset sekaligus meningkatkan efisiensi organisasi.
Pada sesi Pendekatan dan Metode Penilaian, Bagaskara, S.E., M.Ec.Dev., memaparkan pendekatan utama dalam penilaian aset yaitu pendekatan pasar dan pendekatan biaya. Penilaian juga mempertimbangkan kondisi fisik, fungsi aset, faktor ekonomi, serta umur ekonomis aset.
Melalui penguatan kompetensi ini, pengelolaan barang milik universitas diharapkan semakin profesional, transparan, dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik. Tata kelola aset yang efektif tidak hanya mendorong efisiensi internal, tetapi juga memperkuat akuntabilitas institusi dalam jangka panjang.
Reportase: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
