Keberlanjutan dan digitalisasi menjadi dinamika yang terus mendapatkan perhatian dalam lingkup pembelajaran di universitas yang mulai penuh sesak dengan pembelajar dari generasi Z. Sebagai upaya menjawab tantangan keberlanjutan dan digitalisasi, Program Master of Sustainable Development (MASUDEM) menyelenggarakan lokakarya bertema “Universities for Gen Z” bagi para pengajar dan tenaga kependidikan bertempat di Mendel University, Brno, Republik Ceko.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 21-25 Oktober 2024 ini berfokus pada diskusi dinamika pengajaran di universitas dalam merespons kehadiran generasi Z, interupsi teknologi, serta penguatan nilai-nilai berkelanjutan. FEB UGM mengirimkan Naila Zulfa, Ph.D., dan Tur Nastiti, Ph.D., untuk berpartisipasi dalam acara yang diikuti oleh 30 peserta dari universitas di Eropa dan Asia.
Tur Nastiti menyampaikan bahwa dalam pelatihan tersebut dilakukan diskusi dengan tema pembelajaran lintas generasi di universitas, khususnya pada generasi Z yang merupakan kelompok dengan karakteristik dan permintaan layanan pengajaran yang spesifik. Mengingat karakteristik generasi Z tersebut, dalam forum ini ditegaskan perlunya universitas membangun pemahaman dan merespons secara aktif kebutuhan kelompok generasi muda ini. Universitas perlu memperkaya metode pembelajaran, baik dengan diskusi, studi kasus, diskusi dengan praktisi, proyek, maupun imersif, guna memberikan banyak exposure pembelajaran bagi generasi yang terkenal memiliki rentang perhatian yang pendek.
Selain itu, lanjut Nastiti, dalam forum tersebut ditekankan bahwa universitas perlu membangun budaya digitalisasi dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI). Digitalisasi ini tidak akan menggantikan peran manusia yang kompeten, namun justru akan memerdekakan pembelajaran bagi mahasiswa berpendidikan tinggi. Dengan kata lain, universitas perlu menyiapkan para pembelajarnya agar selalu adaptif, proaktif, dan berkontribusi di era bisnis digital ini.
Lebih lanjut, Nastiti menjelaskan bahwa pada forum tersebut turut disampaikan fase pengembangan program keberlanjutan di universitas yang meliputi fase acuh, dasar, terstruktur, dan terlembaga. Universitas berada pada fase acuh saat belum memiliki kesadaran akan nilai-nilai keberlanjutan. Fase dasar terjadi ketika universitas mulai menyadari dan melakukan kegiatan keberlanjutan secara sporadis. Fase terstruktur terjadi ketika universitas mulai membangun arsitektur kelembagaan yang jelas untuk program keberlanjutan agar selaras dengan misi dan visinya. Pada fase ini, universitas terkoneksi dengan universitas lain dan pemerintah dalam menyepakati indeks keberlanjutan pada institusi. Fase akhir terlembaga hadir ketika universitas telah sepenuhnya menginstitusionalisasikan nilai-nilai keberlanjutan sehingga siap melangkah menghadapi tantangan perubahan selanjutnya. Dalam pembagian ini, FEB UGM yang saat ini berada dalam fase dasar keberlanjutan dapat melanjutkan langkah menuju fase terstruktur dan terlembaga.
FEB UGM, sebagai institusi yang berdedikasi dalam pengembangan kepemimpinan dengan nilai-nilai keberlanjutan, terus aktif terlibat dalam konsorsium peneliti internasional yang memiliki keselarasan visi. Salah satunya adalah Program MASUDEM yang bertujuan mengembangkan kurikulum, kapasitas staf pengajar, dan jejaring internasional guna mendukung visi pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi strategis dalam pengembangan institusi untuk kebermanfaatan yang unggul bagi masyarakat.
Sumber: Masudem FEB UGM
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
