Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) memperingati Dies Natalis ke-71 dengan menegaskan komitmen untuk melahirkan pemimpin masa depan yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan fakultas selama 71 tahun, sekaligus menjadi arah pengembangan FEB UGM dalam menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, dan tantangan global.
Peringatan Dies Natalis ke-71 FEB UGM mengusung tema “Fostering Inclusive and Innovative Leaders for Sustainable Economy and Business”. Tema ini merupakan penjabaran dari misi FEB UGM, yaitu “We Nurture Future-Ready Leaders in Economics and Business to Foster Sustainability.”
“Pemilihan tema tersebut mencerminkan komitmen FEB UGM untuk tidak sekadar melahirkan pemimpin yang unggul secara akademik dan profesional. Lebih dari itu, kita ingin membentuk pemimpin yang mampu merangkul keberagaman, menghadirkan inovasi, serta mengambil keputusan dengan senantiasa mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” papar Didi, Senin (21/9) saat menyampaikan Laporan Tahunan Dekan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-71 di Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.
Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., memaparkan bahwa perkembangan fakultas selama lima tahun terakhir diarahkan pada 6 tujuan utama dalam Rencana Strategis FEB UGM 2023–2027. Keenam tujuan tersebut meliputi pengembangan lulusan sebagai pemimpin unggul dan berwawasan keberlanjutan, penguatan posisi FEB UGM sebagai thought leader di bidang keberlanjutan, penciptaan dampak kemasyarakatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem strategis pendukung Tridharma, serta penciptaan atmosfer kampus yang berkelanjutan, sehat, dan bertanggung jawab secara sosial.
Kemahasiswaan
Dari sisi pendidikan, FEB UGM pada tahun akademik 2026/2027 menerima 613 mahasiswa baru Program Sarjana dari 17.090 pendaftar. Mahasiswa baru tersebut terdiri atas 432 mahasiswa Program Sarjana reguler dan 181 mahasiswa International Undergraduate Program (IUP). Pada jenjang Pascasarjana, FEB UGM menerima 429 mahasiswa Magister, 41 mahasiswa Doktor, serta 43 mahasiswa baru Program Profesi Akuntansi. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa aktif FEB UGM mencapai 4.480 orang yang tersebar di 14 program studi. Secara keseluruhan, hingga saat ini, total mahasiswa aktif FEB UGM, termasuk program matrikulasi di 14 program studi, telah mencapai 4.480 orang. Rincian populasi aktif ini mencakup 2.278 mahasiswa Program Sarjana, 87 mahasiswa Program Profesi, dan 2.115 mahasiswa Program Pascasarjana.
Sebaran Mahasiswa
Didi menyampaikan bahwa dari sisi demografi, mahasiswa FEB UGM merepresentasikan keragaman latar belakang dan daerah asal. Dalam lima tahun terakhir, mahasiswa Program Sarjana FEB UGM secara konsisten berasal dari lebih dari 25 provinsi di Indonesia. Persebaran tersebut mencakup 27 provinsi pada tahun 2022, meningkat menjadi 32 provinsi pada tahun 2025, dan tercatat sebanyak 28 provinsi pada tahun 2026. Keragaman ini mencerminkan daya tarik FEB UGM sebagai institusi pendidikan tinggi dengan jangkauan nasional, sekaligus komitmen untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi putra-putri terbaik bangsa dari berbagai daerah dan latar belakang,” terangnya.

Komitmen terhadap pendidikan yang inklusif juga tercermin dari dukungan pembiayaan bagi para mahasiswa. Pada 2026, sebanyak 49,6 persen mahasiswa baru Program Sarjana Reguler memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), dengan 14,02 persen di antaranya memperoleh subsidi penuh atau UKT nol rupiah. Selain itu, 142 mahasiswa menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
“Dukungan ini menunjukkan bahwa hampir separuh mahasiswa baru FEB UGM memperoleh bantuan pembiayaan pendidikan, sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan FEB UGM dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Internasionalisasi
Sementara itu, di kancah global, FEB UGM memperluas jejaring kemitraan antara lain melalui program double degree dengan 12 universitas pada Program Sarjana dan 23 universitas pada jenjang Magister yang tersebar di sejumlah negara. Sepanjang 2022–2026, sebanyak 878 mahasiswa internasional tercatat menempuh studi di FEB UGM, terdiri atas 794 mahasiswa program non-degree dan 84 mahasiswa program degree.
Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif
Didi mengatakan FEB UGM melakukan penguatan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, serta tantangan keberlanjutan. Upaya penguatan kurikulum yang responsif tersebut di antaranya dilakukan melalui Program Fast-Track yang dikembangkan antara Program S1 Akuntansi dan Magister Sains Akuntansi, serta antara Magister Sains Akuntansi dan Program Doktor Ilmu Akuntansi. Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) di Magister Akuntansi turut memberikan kesempatan bagi para profesional, bekerja sama dengan Program Profesi Akuntan, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, serta Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah.
Sementara itu, penguatan perspektif keberlanjutan diwujudkan melalui mata kuliah dan konsentrasi baru pada berbagai program studi. Beberapa di antaranya adalah melakukan redesain Program Sarjana melalui penambahan mata kuliah Orientasi Kepemimpinan Berkelanjutan pada tiga Program Studi, serta mengintegrasikan kurikulum transdisiplin yang ditetapkan oleh UGM. Selanjutnya, Program Magister Ekonomika Pembangunan mengembangkan konsentrasi Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi bersama PLN serta mata kuliah Inovasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan. Program Magister Manajemen membuka konsentrasi Railway Management bersama PT KAI serta mata kuliah Sustainability Leadership, Environmental Impact Assessment, dan Business Ethics for Sustainability, serta Program Magister Sains Akuntansi memperkuat mata kuliah Keuangan dan Investasi Berkelanjutan serta Akuntansi Manajemen dan Pengendalian untuk Keberlanjutan. Pada jenjang doktoral, FEB UGM juga membuka International Doctorate in Business (IDB) yang dirancang bagi pemimpin bisnis berpengalaman untuk mentransformasikan pengalaman praktis menjadi kontribusi akademik.
Inovasi pembelajaran turut diperkuat melalui penerapan metode berbasis kasus dan proyek. Sebanyak 74 mata kuliah pada tiga program studi S1 telah menerapkan metode tersebut, sedangkan 46 mata kuliah melibatkan praktisi secara langsung. FEB UGM juga menghadirkan 19 dosen tamu dari luar negeri serta mengembangkan 186 video Massive Open Online Course (MOOC) sebagai sumber pembelajaran terbuka.
Peningkatan Kualitas Mahasiswa
FEB UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mahasiswa tidak hanya melalui penguatan kompetensi akademik, tetapi juga melalui pengembangan berbagai keterampilan yang mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional. Hal ini diwujudkan dalam Program Soft Skills Training and Recharging Leader Exploration and Development (STAR LEAD), yaitu program pengembangan soft skills wajib yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional. Program pengembangan soft skills lainnya juga dilakukan di tingkat pascasarjana sesuai kebutuhan masing-masing program studi.
“Berbagai program pembinaan tersebut turut tercermin dalam capaian prestasi mahasiswa FEB UGM. Sepanjang periode 2022-2026, FEB UGM berhasil meraih prestasi dalam 297 kompetisi nasional dengan keterlibatan 680 mahasiswa, serta 40 kompetisi internasional dengan keterlibatan 111 mahasiswa,” ungkap Didi.

Penelitian dan Publikasi
Dalam upaya membangun thought leadership di bidangnya, lanjut Didi, FEB UGM terus mendukung produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah melalui berbagai skema hibah. Jumlah proposal hibah yang didanai telah meningkat dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2026, jumlah hibah penelitian yang disetujui terdiri dari 105 proposal hibah penelitian, 10 proposal hibah buku bab, dan 8 proposal hibah buku.
FEB UGM juga terus meningkatkan dukungan terhadap produktivitas akademik. Hingga Agustus 2026, FEB UGM telah menghasilkan 96 publikasi terindeks Scopus, dengan 68,8 persen di antaranya terindeks pada jurnal Q1. Kualitas publikasi ilmiah FEB UGM turut tercermin dari sebaran jurnal berdasarkan peringkat ABS/ABDC Journal Quality List. Selama periode 2022-2026, jumlah publikasi pada jurnal berperingkat ABS/ABDC menunjukkan tren yang fluktuatif, namun secara umum meningkat. Hingga pertengahan 2026, tercatat 19 publikasi pada peringkat C, 16 pada peringkat B, dan 5 pada peringkat A*/A.
FEB UGM juga terus meningkatkan kualitas dan reputasi outlet publikasi ilmiah yang dikelolanya. Gadjah Mada International Journal of Business (GAMAIJB) naik dari SCImago Journal Rank Q3 pada tahun 2025 menjadi Q2 pada tahun 2026. Sementara itu, Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) tetap berada pada peringkat Q3. Di tingkat nasional, Journal of Leadership in Organizations (JLO) tetap konsisten berada dalam kategori Sinta 2. Sedangkan Accounting and Business Information Systems Journal (ABIS) naik dari Sinta 5 pada 2025 menjadi Sinta 4 pada 2026.
Pengabdian kepada Masyarakat dan Kemitraan
FEB UGM terus memperkuat kontribusinya dalam menghasilkan Impak Kemasyarakatan melalui kemitraan strategis, riset terapan, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang diwadahi melalui Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) yang kemudian dilanjutkan dengan Research and Development for Societal Impact (RDSI). Dalam lima tahun terakhir, RDSI telah mengelola total pendanaan sebesar Rp102,36 miliar melalui berbagai kegiatan penelitian, pelatihan, kajian, dan konsultasi. P2EB dan RDSI juga telah menjalin 257 kerja sama dengan berbagai mitra dari sektor pemerintah, BUMN, swasta, perguruan tinggi, hingga lembaga internasional.
Selain dari sisi pendidikan dan penelitian, FEB UGM juga terus memperkuat perannya dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. FEB UGM mengarahkan kegiatan pengabdian pada tiga area fokus dengan dampak kemasyarakatan: Governansi dan Sistem Informasi, Kewirausahaan dan UMKM, serta Pembangunan Berkelanjutan.
Pada bidang Governansi dan Sistem Informasi, program unggulan fakultas antara lain adalah Gadjah Mada Digital Transformation and Governance Index (GM DTGI) yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan dan pelaksanaan tata kelola transformasi digital di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Fokus ini kemudian diperluas ke ranah pendidikan dan praktik akuntansi melalui pengembangan sistem informasi SIDEK-Edu yang dirancang untuk mendukung pelatihan bagi guru dan siswa vokasi.
Pada bidang kewirausahaan dan UMKM, FEB UGM mengembangkan SIDEK-ERP (Sistem Debit Kredit Enterprise Resource Planning)sebagai platform untuk mendukung pelatihan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM. Lalu, dalam bidang pembangunan berkelanjutan, FEB UGM terus memperkuat kontribusinya melalui pengembangan kewirausahaan hijau, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui ASEAN Network for Green Entrepreneurship and Leadership (ANGEL) UGM yang diinisiasi bersama 11 perguruan tinggi di Asia Tenggara.
Upaya tersebut diperkuat melalui pengembangan Westa, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan oleh tim peneliti FEB UGM untuk mendukung identifikasi dan pengelolaan sampah secara lebih efisien. Di tingkat daerah, FEB UGM juga menjalankan program BISSA di Padukuhan Grojogan, Bantul, yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemanfaatan biopori untuk sampah organik dan pengembangan bank sampah untuk sampah anorganik.
SDM Dosen dan Staf Profesional
Pada tahun 2026, FEB UGM terus memperkuat kualitas dan kompetensi dosen melalui dukungan dari 143 dosen tetap, termasuk 28 guru besar. Sebanyak 75 persen dosen telah bergelar doktor, sementara proporsi dosen dalam kategori Scholarly Academic berdasarkan standar AACSB meningkat dari 51 persen pada 2022 menjadi 66 persen pada 2026, dan dosen yang memenuhi salah satu dari empat kategori kualifikasi AACSB meningkat dari 86 persen menjadi 91 persen. Pengembangan kapasitas dosen juga didukung oleh pendanaan hingga Rp40 juta per dosen per tahun untuk pelatihan, konferensi, penguatan jejaring, serta kolaborasi riset internasional.
Pelaksanaan Tridharma tidak lepas dari dukungan para staf profesional yang kompeten dan berdedikasi. Saat ini FEB UGM didukung oleh 214 tenaga profesional. FEB menunjukkan komitmen kuat dengan memastikan staf profesional memperoleh minimal 20 jam pengembangan kompetensi per tahun secara konsisten melalui beragam pelatihan, mulai dari pengelolaan data, tata naskah dinas, hingga Psychological First Aid, serta memperoleh sertifikasi profesi di berbagai bidang.

Akreditasi dan Reputasi
Didi juga menekankan bahwa FEB UGM terus memperkuat pengembangan ekosistem strategis pendukung Tridharma melalui penjaminan mutu dan reputasi akademik. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan FEB UGM mempertahankan akreditasi internasional AACSB pada 2024 untuk 13 program studi, sementara seluruh 14 program studi telah meraih predikat Unggul dari LAMEMBA pada 2025.
Reputasi global FEB UGM juga terus berkembang. Pada QS World University Rankings by Subject 2026, FEB UGM berada dalam kelompok peringkat 201–250 dunia untuk Accounting and Finance, Business and Management, serta Economics and Econometrics. Sementara itu, QS Global MBA Rankings 2027 menempatkan Program MBA FEB UGM pada peringkat 191–200 dunia dan naik dari peringkat 30 menjadi 27 di Asia.
Menutup laporan, Didi mengaitkan tema Sustainable Economy and Business dengan falsafah Jawa memayu hayuning bawana, yakni gagasan untuk menjaga dan memperindah dunia dengan merawat apa yang telah ada, tidak merusaknya, serta menambahkan manfaat bagi generasi berikutnya. Bagi FEB UGM, keberlanjutan menjadi bagian penting dari perjalanan fakultas dalam menjalankan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi.
Sementara Rektor UGM,Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG(K), Ph.D., menilai berbagai capaian dan inovasi FEB UGM sebagai bagian penting dari kontribusi fakultas dalam menopang pembangunan di bidang ekonomi dan bisnis. Ia secara khusus menyoroti inovasi SIDEK-EDU, Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM DTGI), dan WESTA sebagai contoh pengembangan teknologi yang mendukung pembelajaran, tata kelola pemerintahan, serta pengelolaan lingkungan.
Rektor juga menyoroti capaian reputasi akademik FEB UGM dalam QS Global MBA Rankings 2027 dan QS World University Rankings by Subject 2026. Menurutnya, berbagai capaian tersebut berlangsung di tengah tantangan berupa ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, fluktuasi pasar, disrupsi kecerdasan artifisial, ketimpangan ekonomi, serta kesenjangan antara kebutuhan industri dan tenaga kerja. Dalam konteks tersebut, adaptasi, resiliensi, dan inovasi dinilai sebagai pilar penting bagi perguruan tinggi untuk terus berkembang.
“Ranking bukan segalanya, namun ranking merupakan indikator kinerja bersama dan tentunya menjadi cerminan kepemimpinan inklusif yang ada di fakultas ini. Semoga melalui semangat Dies Natalis FEB tahun ini, setiap karya inovatif yang dihasilkan mampu memicu pertumbuhan calon-calon pemimpin masa depan di bidang ekonomika dan bisnis yang memiliki perspektif inklusif, inovatif, serta berorientasi pada keberlanjutan,” tutur Rektor.
Laporan Tahunan Dekan FEB UGM 2026 selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut: ugm.id/DiesFEBUGM71
Reportase: Kurnia Ekaptiningrum
Sustainable Development Goals
