Ekonomi sirkular bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan masa kini. CEO Cortese Notoboyo Circular Ecosystem, Paola Cortese Notoboyo, menunjukkan bahwa setiap langkah kecil menuju gaya hidup zero waste dapat menciptakan dampak besar.
Dalam Podcast FEB Talks bertajuk “FEB Talks: Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan”, Paola membagikan kisah inspiratif tentang bagaimana gaya hidup zero waste dan ekonomi sirkular dapat menjadi langkah konkret menuju keberlanjutan.
Awal ketertarikan Paola pada isu daur ulang plastik terinspirasi dari video seorang gadis yang mampu menyimpan seluruh sampah rumah tangganya dalam satu toples selama setahun. Hal itu memotivasinya untuk menerapkan gaya hidup serupa. Ia pun memulai perubahan kecil di rumahnya dengan memilah, mengurangi, dan mengelola limbah rumah tangga. Perubahan kecil ini membawa dampak besar hingga akhirnya ia berhasil mengurangi sampah rumah tangga menjadi hanya 1 toples per tahun.
“Saya berfokus pada apa yang bisa saya kendalikan: apa yang saya beli, gunakan, dan buang. Setelah dua tahun bereksperimen, saya berhasil mereduksi sampah rumah tangga hingga hanya sebanyak satu toples dalam setahun,” kenangnya.
Dari langkah tersebut, ia menyadari bahwa individu mampu memberikan dampak besar melalui upaya yang konsisten. Ia pun bersyukur kerana dapat memperkenalkan konsep zero waste kepada lebih ramai orang.
“Saya merasa bersyukur atas pengalaman pribadi yang telah membawa saya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya keberlanjutan. Dari eksperimen kecil di rumah hingga keterlibatan dalam inisiatif yang lebih besar, saya terus berkomitmen untuk mendukung solusi lingkungan yang berdampak luas,” ujarnya.
Podcast ini juga menyoroti ekonomi sirkular sebagai kebutuhan mendesak, terutama di negara seperti Indonesia yang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah plastik. Melalui pengalaman dan kemitraannya dengan FEB UGM, Paola membantu mengembangkan kurikulum ekonomi sirkular berbasis lokal, yang relevan dengan konteks Indonesia.
Inspirasi muncul ketika dirinya mengikuti mata kuliah Applied Circular Economics untuk mengembangkan kurikulum ekonomi sirkular yang relevan dengan konteks Indonesia. Ia menyebutkan bahwa pendekatan berbasis lokal sangat penting untuk memahami solusi yang dapat diterapkan di Indonesia. Menurutnya, ekonomi sirkular bukan sekadar konsep, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
“Ekonomi sirkular di Indonesia sering dianggap sebagai gimmick marketing, padahal ini merupakan langkah kritis untuk memastikan keberlanjutan sistem ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Paola juga berpesan kepada para pemuda, generasi penerus Indonesia, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan adanya kesadaran untuk berkontribusi pada lingkungan, diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata demi masa depan yang lebih baik.
Reporter: Shofi Hawa Anjani
Editor: Kurnia Ekaptiningrum
Simak video selengkapnya FEB Talks: Langkah Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)






